Jumat, 17 Januari 2014

SELAMAT UANG TAHUN !

SELAMAT ULANG TAHUN!

Detakan jam dingin terdengar sangat keras di dalam rumah yang saat ini terasa sangat hampa  .siap untuk beraktivitas masing-masing dan kembali menginjakkan kaki mereka di rumah ini ketika larut malam . Ayah , Bunda serta satu Kakaknya selalu begitu . Ayah dan Bunda jelas pergi untuk mengejar materi yang menurutnya fana . Sedangkan Kakaknya , Kakaknya selalu mengejar gelar ‘anak cerdas’ dengan mengikuti berbagai kegiatan yang menunjang semua itu . Hingga mungkin Kakaknya sudah lupa jika memiliki Adik . Entahlah , entah apa yang difikirkan seluruh anggota keluarganya . Dirinya yang merupakan seorang anak laki-laki yang sebenarnya sangatlah multitalent dan cukup cerdas , merasa sangat kesepian . Hampir setiap hari Ia menunggu sendirian di rumah hampa-nya .
                Suatu sore sesudah bermain basket bersama timnya , Ia tak terlihat seperti biasa. Lelaki yang akrab dipanggil Miko itu terlihat lesu , padahal sebelumnya Ia bermain sangat cantik . Hingga terlihat Ia menghampiri seorang perempuan yang tengah duduk membaca buku di samping lapangan basket . Ini sungguh lebih tidak biasa  . Miko merupakan pribadi yang tidak mudah akrab dengan sembarang orang , apalagi perempuan . Lalu , siapa perempuan itu ? Pacarnya ? Rasanya sangat tak mungkin . Miko terlihat menghampirinya , sedikit berbincang lalu berlalu meninggalkannya . Tak tampak ekspresi yang amat mencolok di wajahnya. Ya , wajahnya terlihat sangat datar .
                Keesokan harinya, hal aneh yang terjadi di hari sebelumnya kembali terjadi . Namun saat ini mereka berbincang agak panjang. Setelah perbincangan itu , Miko langsung kembali ke rumah hampanya . Di rumah , sosoknya terlihat gundah . Mungkin biasanya juga seperti itu . Tapi kali ini beda , bukan gundah karena menunggu anggota keluarganya , tapi karena hal lain . Miko terus menerus memandang ke arah kalender , membaliknya , dan pandangannya tertuju pada satu tanggal yang terletak di awal bulan Februari . Hampir 17 tahun lalu , Bunda melahirkannya ke dunia ini. Tapi selama 16 kali mengulang tanggal dan bulan itu , tidak pernah ada yang spesial. Semuanya berjalan biasa saja . Maka dari itu, Miko merasa tidak sependapat dengan pernyataan “life is never flat” mungkin karena hidupnya yang super duper flat .
                Sosok perempuan itu kembali hadir, dia bersama Miko . Perempuan yang ternyata siswi baru itu terlihat sangat mengerti Miko , walau Miko tetap terlihat cuek. Tak pernah ada yang mengetahui tentang apa yang mereka bicarakan . Sesudah perbincangan , Miko langsung berlalu begitu saja .
                Berhari-hari kegiatan tersebut selalu terulang . Hingga akhirnya hari ini, satu hari tepat sebelum ulang tahu Miko yang ke-17 Miko tidak menemui perempuan itu . Miko terlihat seperti biasanya . Kembali ke Miko yang biasa . Hingga akhirnya , hari itu tiba..

                Tidak seperti kebanyakan orang yang  merayakan sweet 17th , Miko hanya berdiam di rumah hari itu . Hingga malam tiba, baru lah Miko keluar rumah . Ia bersama motor gede kesayangannya melaju menuju taman kota . Ia terlihat mencari seseorang atau sesuatu di taman itu . Dan akhirnya .. Ia menemukan Aira yang tengah duduk membawa sebuah tart bertuliskan ‘happy birthday Miko’ lengkap dengan lilin serta terlihat bungkusan kado di sampingnya. Miko tak dapat berkata-kata dan hanya mampu menatap Aira . Jadi selama ini, itulah isi pembicaraan Miko dan anak perempuan yang memiliki panggilan Tasya itu? Tasya terus menerus membujuk teman kecilnya itu untuk mau merayakan hari ulang tahunnya. Tak merayakan sendiri, tapi merayakan bersama seseorang yang selama ini peduli dengannya. Yang sejak tiga tahun lalu berusaha memberikan hadiah di hari ulang tahunnya tetapi selalu ditolak. Sekarang , Miko sadar bahwa tak selamanya Ia harus menutup diri, tak selamanya pelampiasan kekesalannya dengan keluarganya adalah orang lain . Ini kali pertama Ia merasakan , Selamat Ulang Tahun, Miko J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar