SELAMAT ULANG TAHUN!
Detakan jam
dingin terdengar sangat keras di dalam rumah yang saat ini terasa sangat
hampa .siap untuk beraktivitas
masing-masing dan kembali menginjakkan kaki mereka di rumah ini ketika larut
malam . Ayah , Bunda serta satu Kakaknya selalu begitu . Ayah dan Bunda jelas
pergi untuk mengejar materi yang menurutnya fana . Sedangkan Kakaknya ,
Kakaknya selalu mengejar gelar ‘anak cerdas’ dengan mengikuti berbagai kegiatan
yang menunjang semua itu . Hingga mungkin Kakaknya sudah lupa jika memiliki
Adik . Entahlah , entah apa yang difikirkan seluruh anggota keluarganya .
Dirinya yang merupakan seorang anak laki-laki yang sebenarnya sangatlah
multitalent dan cukup cerdas , merasa sangat kesepian . Hampir setiap hari Ia
menunggu sendirian di rumah hampa-nya .
Suatu
sore sesudah bermain basket bersama timnya , Ia tak terlihat seperti biasa.
Lelaki yang akrab dipanggil Miko itu terlihat lesu , padahal sebelumnya Ia
bermain sangat cantik . Hingga terlihat Ia menghampiri seorang perempuan yang
tengah duduk membaca buku di samping lapangan basket . Ini sungguh lebih tidak
biasa . Miko merupakan pribadi yang
tidak mudah akrab dengan sembarang orang , apalagi perempuan . Lalu , siapa
perempuan itu ? Pacarnya ? Rasanya sangat tak mungkin . Miko terlihat
menghampirinya , sedikit berbincang lalu berlalu meninggalkannya . Tak tampak
ekspresi yang amat mencolok di wajahnya. Ya , wajahnya terlihat sangat datar .
Keesokan
harinya, hal aneh yang terjadi di hari sebelumnya kembali terjadi . Namun saat
ini mereka berbincang agak panjang. Setelah perbincangan itu , Miko langsung
kembali ke rumah hampanya . Di rumah , sosoknya terlihat gundah . Mungkin
biasanya juga seperti itu . Tapi kali ini beda , bukan gundah karena menunggu
anggota keluarganya , tapi karena hal lain . Miko terus menerus memandang ke
arah kalender , membaliknya , dan pandangannya tertuju pada satu tanggal yang
terletak di awal bulan Februari . Hampir 17 tahun lalu , Bunda melahirkannya ke
dunia ini. Tapi selama 16 kali mengulang tanggal dan bulan itu , tidak pernah
ada yang spesial. Semuanya berjalan biasa saja . Maka dari itu, Miko merasa
tidak sependapat dengan pernyataan “life is never flat” mungkin karena hidupnya
yang super duper flat .
Sosok
perempuan itu kembali hadir, dia bersama Miko . Perempuan yang ternyata siswi
baru itu terlihat sangat mengerti Miko , walau Miko tetap terlihat cuek. Tak
pernah ada yang mengetahui tentang apa yang mereka bicarakan . Sesudah
perbincangan , Miko langsung berlalu begitu saja .
Berhari-hari
kegiatan tersebut selalu terulang . Hingga akhirnya hari ini, satu hari tepat
sebelum ulang tahu Miko yang ke-17 Miko tidak menemui perempuan itu . Miko
terlihat seperti biasanya . Kembali ke Miko yang biasa . Hingga akhirnya , hari
itu tiba..
Tidak
seperti kebanyakan orang yang merayakan
sweet 17th , Miko hanya berdiam di rumah hari itu . Hingga malam
tiba, baru lah Miko keluar rumah . Ia bersama motor gede kesayangannya melaju
menuju taman kota . Ia terlihat mencari seseorang atau sesuatu di taman itu .
Dan akhirnya .. Ia menemukan Aira yang tengah duduk membawa sebuah tart
bertuliskan ‘happy birthday Miko’ lengkap dengan lilin serta terlihat bungkusan
kado di sampingnya. Miko tak dapat berkata-kata dan hanya mampu menatap Aira .
Jadi selama ini, itulah isi pembicaraan Miko dan anak perempuan yang memiliki
panggilan Tasya itu? Tasya terus menerus membujuk teman kecilnya itu untuk mau
merayakan hari ulang tahunnya. Tak merayakan sendiri, tapi merayakan bersama
seseorang yang selama ini peduli dengannya. Yang sejak tiga tahun lalu berusaha
memberikan hadiah di hari ulang tahunnya tetapi selalu ditolak. Sekarang , Miko
sadar bahwa tak selamanya Ia harus menutup diri, tak selamanya pelampiasan
kekesalannya dengan keluarganya adalah orang lain . Ini kali pertama Ia
merasakan , Selamat Ulang Tahun, Miko J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar