Senin, 13 Januari 2014

Cerita Mini : Semangat Itu ....

Semangat Itu ....
DAM

                Cuaca sekolah pagi ini cerah . Ya , sangat cerah . Mungkin secerah wajahku yang siap menyongsong hari ini . Dengan segala macam bentuk kekuatan , aku berhasil mengumpulkan semua elemen pembentuk semangat . Pagi itu jam pertama adalah pelajaran fisika . Pelajaran yang sering membuat banyak orang pusing tujuh keliling tak terkecuali aku . Namun aku berusaha menyukainya , dan menghadapi dengan senyuman .
                Fisika berlalu dengan sempurna , berlanjut mata pelajaran seni budaya . Ah pelajaran yang sangat menyenangkan . Ya , bagaimana tidak ? Jika guru mapel seni budaya adalah orang sibuk yang sering sekali bepergian . Tidak munafik , sebagai pelajar tentu aku bahagia mendapat jam kosong . Semua terasa menyenangkan . Hingga ketika aku mendegar percakapan  temanku .
“eh gimana lo ngegebet Raisa ? berhasil?” tanya Lia kepada Damar antusias .

“ahh enggak ! Siapa juga yang ngegebet dia “  Damar jawab gak woles banget .

“jangan gitu Dam , ntar kalo ilang baru nangis lo!” Aisya nyaut .

“emang beneran enggak ! Kalian aja yang ngebet banget nyomblangin gue sama dia “ Damar masih sibuk bolak balik majalah otomotifnya .

“kita nyomblangin lo karna kita tau , lo sama dia itu cocok !” Aisya ga mau kalah .

“Siapa yang tau dia cocok sama gue ? Kalian ga tau , gue yang tau ! Ga semua yang kalian anggep cocok itu cocok bener sama gue ! Kalian Cuma ngeliat fisik aja kan? Pernah mikir hati gue gimana ? Enggak kan ? Jangan sotoy!”

       Seketika segala kecerahan yang ada diwajahku tertutup oleh mendung . Mendung yang amat sangat gelap . Walau aku bukan Raisa , namun aku merasa aku jatuh di dalam percakapan itu .
Damar langsung berlalu meninggalkan kelas . Perkiraanku sih , dia ke kantin . Tanpa pikir panjang , di jam kosong itu aku langsung lari ke kantin .

       Benar saja , di kantin aku melihat Damar duduk sendiri sembari menyedot segelas cokat yang terlihat masih hangat . Entah apa yang mendorongku , aku langsung menghampiri dan duduk disebelahnya. Aku menatap dan melontarkan senyuman termanis yang aku punya . Damar membalas dengan tatapan serta seulas senyum tipis . Dibalik senyumku “aku tau perasaanmu , aku tau siapa yang disebut cocok” . Seketika semua semangat yang sempat padam kembali berkobar J .(383 words)

Nah itu cermin yang aku buat dalam waktu 10 menit . Ga bagus sih , iseng aja :) sembari ngerjain tugas bahasa Indonesia :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar