Semangat Itu ....
DAM
Cuaca
sekolah pagi ini cerah . Ya , sangat cerah . Mungkin secerah wajahku yang siap
menyongsong hari ini . Dengan segala macam bentuk kekuatan , aku berhasil
mengumpulkan semua elemen pembentuk semangat . Pagi itu jam pertama adalah
pelajaran fisika . Pelajaran yang sering membuat banyak orang pusing tujuh
keliling tak terkecuali aku . Namun aku berusaha menyukainya , dan menghadapi
dengan senyuman .
Fisika
berlalu dengan sempurna , berlanjut mata pelajaran seni budaya . Ah pelajaran
yang sangat menyenangkan . Ya , bagaimana tidak ? Jika guru mapel seni budaya
adalah orang sibuk yang sering sekali bepergian . Tidak munafik , sebagai
pelajar tentu aku bahagia mendapat jam kosong . Semua terasa menyenangkan .
Hingga ketika aku mendegar percakapan temanku .
“eh gimana lo ngegebet Raisa ?
berhasil?” tanya Lia kepada Damar antusias .
“ahh enggak ! Siapa juga yang
ngegebet dia “ Damar jawab gak woles
banget .
“jangan gitu Dam , ntar kalo
ilang baru nangis lo!” Aisya nyaut .
“emang beneran enggak ! Kalian
aja yang ngebet banget nyomblangin gue sama dia “ Damar masih sibuk bolak balik
majalah otomotifnya .
“kita nyomblangin lo karna kita
tau , lo sama dia itu cocok !” Aisya ga mau kalah .
“Siapa yang tau dia cocok sama
gue ? Kalian ga tau , gue yang tau ! Ga semua yang kalian anggep cocok itu
cocok bener sama gue ! Kalian Cuma ngeliat fisik aja kan? Pernah mikir hati gue
gimana ? Enggak kan ? Jangan sotoy!”
Seketika segala kecerahan yang
ada diwajahku tertutup oleh mendung . Mendung yang amat sangat gelap . Walau
aku bukan Raisa , namun aku merasa aku jatuh di dalam percakapan itu .
Damar langsung berlalu
meninggalkan kelas . Perkiraanku sih , dia ke kantin . Tanpa pikir panjang , di
jam kosong itu aku langsung lari ke kantin .
Benar saja , di kantin aku
melihat Damar duduk sendiri sembari menyedot segelas cokat yang terlihat masih
hangat . Entah apa yang mendorongku , aku langsung menghampiri dan duduk
disebelahnya. Aku menatap dan melontarkan senyuman termanis yang aku punya .
Damar membalas dengan tatapan serta seulas senyum tipis . Dibalik senyumku “aku tau perasaanmu , aku tau siapa yang
disebut cocok” . Seketika semua semangat yang sempat padam kembali berkobar
J .(383 words)
Nah itu cermin yang aku buat dalam waktu 10 menit . Ga bagus sih , iseng aja :) sembari ngerjain tugas bahasa Indonesia :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar