Aku Berbeda
DAM
Pernah
sih , berfikiran buat mengakhiri semuanya . Ya , mengakhiri sekolahku . Bahkan
pemikiran itu masih terngiang-ngiang di pusat syarafku. Aku fikir ga ada
gunanya juga aku sekolah . Aku tak lebih dari sebutan anak bodoh . Bagaimana
tidak, jika satu kakakku dan satu adikku merupakan anak yang sangat cerdas dan
selalu membanggakan kedua orang tuaku yang hanya buruh tani di desa kecil ,
dengan segudang prestasi di sekolah .
Saat
ini aku genap berusia 16 tahun dan tengah duduk di bangku kelas sepuluh salah satu SMA yang biasa saja . Sedangkan
kakakku , Ia akan lulus dari SMA favorit di provinsi Jawa Tengah tahun ini .
Dan adikku , siswa SMP yang sangat cerdas dan berhasil sekolah di kota . Memang
, kedua orang tuaku tak pernah terlihat piih kasih . Tapi aku tetap bisa
merasakan perbedaan itu .
Tahun
ini orang tuaku membutuhkan dana yang sangat banyak . Kakak perempuanku akan
melanjutkan studi ke universitas , dan adik laki-lakiku yang harus ikut study
tour. Saat itu aku merasa hina , tidak berguna .
Siang
itu aku sedang berjalan sepulang sekolah . Tiba-tiba ada seorang pria yang
berbadan kekar dengan motor gedenya menghampiriku . Ia menawarkan tumpangan.
Tanpa fikir panjang , aku menerima tawaran itu.
Selama perjalanan , pria itu mengajakku berbincang . Hmm.. Dari
perbincangan kami , sudah jelas pria itu pria mapan . Sekejap aku berfikir
untuk mengakhiri sekolah dan ingin dipersuntingnya . Aku berfikir dengan
hartanya yang berlimpah aku bisa membantu menyekolahkan kakak dan adikku . Masa
depanku ? Abaikan saja , aku sudah merasa tidak memiliki masa depan dengan otak
yang sangat pas-pasan . Ya , Aku hampir mantap dengan keputusanku.
Malam
harinya , aku menceritakan ide gilaku kepada kakak perempuanku .
“Oalah dik..dik.. Mbok kamu
jangan kaya gitu , mbak masih bisa cari beasiswa buat sekolah . Kamu jangan
edan gitu to” tanggapan kakakku .
“tapi mbak, aku sekolah yo ra
pernah bikin bapak ibu bangga . Ra pernah dapet beasiswa . Nyusahin aja”
“ndak dik , kamu tetep kebanggaan
bapak ibu kok”
Percakapan malam itu jelas
menunjukkan ketidaksetujuan kakakku . Hingga akhirnya , aku mengutarakan
rencana tersebut kepada orang tuaku . Orang tuaku terdiam . Tidak menjawab .
Mungkin mereka juga bingung .
Akupun memantapkan niatku.
Beberapa hari kemudian , aku menemui pria tersebut dan aku mengatakannya . Pria
tersebut dengan senang hati menyambutnya. Ia mau mempersuntingku . Dan akhirnya
semua itu terjadi ....
BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN
Namun ternyata semua tak seperti
dugaanku. Setelah dipersuntingnya , malah aku , kakak , dan adikku dibiayai
untuk sekolah hingga lulus . Dan akhirnya, aku menjadi istri yang memiliki
usaha rumahan yang cukup besar . Sungguh , aku berbeda . (cermin : 445 words)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar