Senin, 13 Januari 2014

Cermin : aku berbeda

               Aku Berbeda
               DAM

                Pernah sih , berfikiran buat mengakhiri semuanya . Ya , mengakhiri sekolahku . Bahkan pemikiran itu masih terngiang-ngiang di pusat syarafku. Aku fikir ga ada gunanya juga aku sekolah . Aku tak lebih dari sebutan anak bodoh . Bagaimana tidak, jika satu kakakku dan satu adikku merupakan anak yang sangat cerdas dan selalu membanggakan kedua orang tuaku yang hanya buruh tani di desa kecil , dengan segudang prestasi di sekolah .
                Saat ini aku genap berusia 16 tahun dan tengah duduk di bangku kelas sepuluh  salah satu SMA yang biasa saja . Sedangkan kakakku , Ia akan lulus dari SMA favorit di provinsi Jawa Tengah tahun ini . Dan adikku , siswa SMP yang sangat cerdas dan berhasil sekolah di kota . Memang , kedua orang tuaku tak pernah terlihat piih kasih . Tapi aku tetap bisa merasakan perbedaan itu .
                Tahun ini orang tuaku membutuhkan dana yang sangat banyak . Kakak perempuanku akan melanjutkan studi ke universitas , dan adik laki-lakiku yang harus ikut study tour. Saat itu aku merasa hina , tidak berguna .
                Siang itu aku sedang berjalan sepulang sekolah . Tiba-tiba ada seorang pria yang berbadan kekar dengan motor gedenya menghampiriku . Ia menawarkan tumpangan. Tanpa fikir panjang , aku menerima tawaran itu.  Selama perjalanan , pria itu mengajakku berbincang . Hmm.. Dari perbincangan kami , sudah jelas pria itu pria mapan . Sekejap aku berfikir untuk mengakhiri sekolah dan ingin dipersuntingnya . Aku berfikir dengan hartanya yang berlimpah aku bisa membantu menyekolahkan kakak dan adikku . Masa depanku ? Abaikan saja , aku sudah merasa tidak memiliki masa depan dengan otak yang sangat pas-pasan . Ya , Aku hampir mantap dengan keputusanku.
                Malam harinya , aku menceritakan ide gilaku kepada kakak perempuanku .
“Oalah dik..dik.. Mbok kamu jangan kaya gitu , mbak masih bisa cari beasiswa buat sekolah . Kamu jangan edan gitu to” tanggapan kakakku .
“tapi mbak, aku sekolah yo ra pernah bikin bapak ibu bangga . Ra pernah dapet beasiswa . Nyusahin aja”
“ndak dik , kamu tetep kebanggaan bapak ibu kok”
Percakapan malam itu jelas menunjukkan ketidaksetujuan kakakku . Hingga akhirnya , aku mengutarakan rencana tersebut kepada orang tuaku . Orang tuaku terdiam . Tidak menjawab . Mungkin mereka juga bingung .
Akupun memantapkan niatku. Beberapa hari kemudian , aku menemui pria tersebut dan aku mengatakannya . Pria tersebut dengan senang hati menyambutnya. Ia mau mempersuntingku . Dan akhirnya semua itu terjadi ....
BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN
Namun ternyata semua tak seperti dugaanku. Setelah dipersuntingnya , malah aku , kakak , dan adikku dibiayai untuk sekolah hingga lulus . Dan akhirnya, aku menjadi istri yang memiliki usaha rumahan yang cukup besar . Sungguh , aku berbeda . (cermin : 445 words)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar